TUGAS II
KEWIRAUSAHAAN
NAMA : ALFI NUGROHO
NPM : 30412604
KELAS : 4ID08
MATA
KULIAH : SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN
Pengoganisasian diartikan
sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama
di dalam sebuah kelompok. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang
akan melaksanakan tugas sesuai prinsip pengorganisasian. Sehingga
pengorganisasian dapat disebut sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang
serta mengalokasikannya sarana dan prasarana untuk memunjang tugas orang-orang
itu dalam organisasi dan mengatur mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin
pencapaian tujuan. Efesiensi dalam pengorganisasian adalah pengakuan terhadap kelompok-kelompok
pada penggunaan waktu dan uang dan sumber daya yang terbatas dalam mencapai
tujuan, yaitu alat yang diperlukan, pengalokasian waktu, dana dan sumber daya
manusia. Tujuan Perencanaan Organisasi yaitu membentuk usaha yang
terkoordinasi dalam organisasi adalah Tujuan Perlindungan (Protective) yaitu
meminimalkan resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar, dan menjelaskan
konsekuensi dari tindakan yang akan diambil. Kemudian Tujuan Kesepakatan
(Affirmative) yaitu meningkatkan tingkat keberhasilan dari organisasi tersebut.
Menurut
henry fayol mengemukakan enam belas garis pedoman umum ketika mengorganisasikan
sumber daya yaitu, Division of Work
atau Spesialisasi pekerjaan kepada individu individu dalam lingkaran manajemen untuk
membangun sebuah pengalaman dan terus mengasah keahliannya sehingga pada
akhirnya individu individu tersebut bisa menjadi lebih produktif dan
menguntungkan. Terlebih lagi dengan kemampuan manusia yang memiliki banyak
keterbatasan mengenai pengetahuan, kebutuhan waktu, dan perhatian sehingga
keterbatasan keterbatasan ini bisa dijalankan oleh individu individu yang
memiliki kemampuan untuk itu. Authority and Responsibility atau Wewenang
dan Tanggung Jawab Wewenang dan
pertanggung jawaban, kedua prinsip manajemen ini adalah kunci didalam
melaksanakan roda usaha kerja sama. Bukan tanpa sebab, karena tanpa prinsip ini
para manajer tidak akan bisa mengadakan suatu hubungan ke atas ataupun kebawah.
Harus ada suatu kekuasan dalam memberi perintah dan sesuatu kekuatan yang bisa
membuat manajer ditaati. Pertanggungjawaban akan timbul oleh adanya kekuasaan
tersebut. Keduanya harus dalam kondisi yang seimbang dan tidak ada kekuasaan
tanpa tanggungjawab, dan begitupun sebaliknya. Tanggung jawab terbesar ada pada
manajer puncak. Kegagalan adalah terletak pada pucuk pimpinan, bukan pada
karyawan yang berada dibawah karena pihak yang memiliki wewenang terbesar
adalah para puncak manajer. Maka dari itu, jika seorang pucuk pimpinan tidak
memiliki keahlian dan sifat kepemimpinan, maka wewenang yang ada bisa menjadi
boomerang yang merugikan. Discipline
atau Disiplin sangat
berhubungan dengan wewenang. Jika wewenang tidak bisa berjalan dengan
semestinya, maka bisa jadi disiplin akan hilang. Maka, pemegang wewenang
setidaknya harus bisa menanamkan rasa disiplin terhadap diri sendiri sehinggan
nantinya memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang sesuai dengan wewenang
yang dimiliki. Disiplin mencakup kesungguhan hati, kerajinan, ketaatan,
kesiapan, persetujuan, kebiasaan, tata krama antara organisasi tersebut dengan
warganya. Unity
of Command atau Kesatuan Perintah Kesatuan perintah adalah sebuah prinsip dimana perintah yang
diterima bawahan tidak diperbolehkan untuk diberikan oleh lebih dari seorang
petugas yang ada di atasnya. Dalam melaksanakan pekerjaan, para karyawan
harusnya memperhatikan prinsip prinsip kesatuan perintah supaya pekerjaan bisa
dilaksanakan secara baik. Tiap karyawan harus mengetahui kepada siapa dia harus
bertanggungjawab yang sesuai dengan kewenangan yang didapatnya. Perintah yang
diterima dari manajer yang lain kepada karyawan yang sama bisa mengakibatkan
rusaknya wewenang dan tanggungjawab serta pembagian kerja. Untuk itu, pekerja
harus memiliki hanya satu atasan tanpa ada perintah dari yang lain yang bisa
jadi sangat bertentangan. Unity
of Direction atau Kesatuan Pengarahan merupakan prinsip manajemen yang mengatakan setiap golongan
pekerjaan yang memiliki tujuan yang sama, harus memiliki satu rencana dan
dipimpin oleh satu manajer saja. Bisa dibedakan, dengan "unity of
command" yang berhugunban dengan jalannya fungsi personalia sedangkan
unity of direction berhubungan dengan struktur. Didalam melakukan tugas dan tanggung jawab,
pekerja perlu diarahkan pada sasarannya. Kesatuan pengarahan ini sangat
berhubungan erat dengan pembagian kerja. Subordination of Individual Interest to General Interest
atau Subordinasi Kepentingan Perseorangan terhadap Kepentingan Umum Prinsip
manajemen yang ini menyatakan bahwa tiap karyawan harus mengabdi kepentingan
pribadi kepada kepentingan perusahaan atau organisasi. Prinsip ini seperti
berupa syarat yang penting supaya aktivitas berjalan dengan baik dan lancar.
Prinsip ini terjadi jika karyawan mempunyai kesadaran bahwa kepentingan
pribadinya sebenarnya bergantung pada keberhasilan atau tidaknya kepentingan
organisasi. Prinsip manajemen ini bisa terwujud jika karyawan merasa senang dan
nyaman dalam bekerja. Dalam prinsip ini intinya kepentingan kelompok harus bisa
mengatasi kepentingan individu, Jika subordinasi ini mengalami gangguan, maka
disini diperlukan manajemen untuk mendamaikan. Remunerasi atau Penggajian
Pegawai Prinsip manajemen ini menurut Henry
Fayol adalah pembayaran upah serta cara pembayaran yang adil serta memberi
kepuasan yang maksimal untuk pegawan dan majikan. Dengan menggunakan sistem
upah atau gaji yang memuaskan nantinya bisa merangsang pegawan untuk bisa
bekerja lebih rajin lagi. Centralization atau Pemusatan adalah
prinsip manajemen yang menyatakan seluruh organisasi harus bisa berpusat, harus
memiliki pusat. Prinsip ini harus bisa menunjukkan hingga batas mana kewenangan
itu dipusatkan ataupun dibagi pada suatu organisasi. Pemusatan kewenangan bisa
menimbulkan pemusatan tanggung jawan pada sebuah aktivitas. Tanggung jawab yang
terakhir dan terbesar berada pada orang yang memegang kewenangan tertinggi atau
pucuk pimpinan manajer. Prinsip pemusatan bukan berarti ada kekuasaan untuk
mempergunakan kewenangan, tapi untuk menghindari adanya simpang siur kewenangan
dan tanggung jawab. Prinsip manajemen pemusatan ini juga tidak bisa
menghilangkan asal pelimpahan kewenangan. Chain of Command atau Rangkaian
Perintah Hierarki merupakan prinsip manajemen yang
mengharuskan perintah dari atas kebawah harus selalu mengambil jarak yang
terdekat. Hierarki ini dibutuhkan untuk kesatuan arah perintah. Rantai perintah
ini mengacu kepada jumlah tingkatan yang ada pada hierarki dari otoritas
tertinggi sampai tingkat yang paling rendah pada sebuah organisasi. Garis
otoritas jaraknya tidak boleh terlalu jauh. Order atau Ketertiban Prinsip
manajemen ini bisa jadi adalah syarat yang utama karena pada umumnya tidak ada
orang yang dapat bekerja pada keadaan kejang atau kacau. Ketertiban pada suatu
pekerjaan bisa terwujud jika semua karyawan memiliki disiplin dan ketertiban
yang tinggi. Equity atau Keadilan
menurut Henry Fayol dianggap sesuatu
yang bisa memunculkan kesetiaan dan ketaatan karyawan dengan cara
mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para manajer didalam memimpin para
bawahan dan memicu tumbuhnya rasa tunduk kepada kekuasaan dari atasan. Menurut
Atmosudirdjo, Keadilan merupakan realisasi dari sesuatu yang telah tetap.
Kewajaran membutuhkan banyak pikiran sehat, pengalaman dan kebaikan hati.
Umumnya, karyawan menuntuk diperlakukan dengan wajar, mendapat apa yang telah
menjadi haknya. Prinsip ini mutlak diperlukan karena menuntut manajemen untuk
memperlakukan bawahan dengan baik. Stability of Tenur of Personel atau Stabilitas
Masa jabatan dalam Kepegawaian Perputaran
karyawan yang tinggi bisa menyebabkan ongkos yang tinggi dalam produksi, untuk
itulah prinsip ini dijalankan. Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila
mendapat stimulus keamanan pekerjaan dan jenjang karir yang pasti. Butuh waktu
untuk seorang pekerja agar bisa menyesuaikan diri terhadap jabatan atau
fungsinya yang baru serta untuk menunaikan tugas dengan baik. Inisiative atau Prakarsa Inisiatif
merupakan prinsip manajemen yang menyatakan seseorang kepala harus pintar dalam
memberikan inisiatif. Inisiatif muncul dari dalam diri seorang yang
mempergunakan daya pikir. Inisiatif memunculkan kehendak untuk mewujudkann
sesuatu yang bernilai guna bagi penyelesaian pekerjaan dengan cara yang sebaik
baiknya. Pada Prakarsa ini terhimpun perasaan, kehendak, pikiran, keahlian
serta pengalaman seseorang yang nantinya akan di realisasi. Setiap prakarsa
atau inisiatif yang datang hendaknya harus dihargai setinggi tingginya bila
inisiatif tersebut memberikan nilai manfaat yang luar biasa bagi organisasi
sehingga karyawan yang memberi inisiatif tersebut dan juga manajemen akan
mendapatkan kepuasan serta materi yang setimpal. Esprit de Corps atau
Semangat Kesatuan Esprit de Corps atau
kesetiaan kelompok merupakan prinsip manajemen dimana setiap pegawai harus
mempunyai rasa kesatuan senasib sepenangungan yang bisa menciptakan semangat
kerja sama yang lebih baik. Semangat kesatuan ini bisa muncul jika tiap tiap
karyawan memiliki kesadaran bahwa tiap pekerja berarti bagi pekerja yang lain
dan pekerja lain sangat diperlukan oleh dirinya. Manajer yang mempunyai jiwa
kepemimpinan akan bisa memunculkan semangat kesatuan ini. Sebaliknya, jika
manajer tidak memiliki kepampuan, bisa berakibat perpecahan.
Keuntungan dan kerugian pembagian tenaga
kerja yaitu Keuntungan Pekerja
berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam melaksanakan tugas
tersebut meningkat, Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke
tugas yang lain, Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan sehingga pekerjaan
lebih mudah dan efisien, Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan
bagian tugas, bukan keseluruhan proses. Sedangkan
Kerugian yaitu Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan
manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia dan Kerja yang
terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan dengan tingkat produksi
menurun
Perintah manajer yang akan diterima dalam
jangka panjang makin banyak. Berikut adalah hal-hal mengenai perintah manajer
menurut Chester Bernard adalaha Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan
dikenal semua anggota organisasi, Tiap anggota organisasi menerima saluran
komunikasi formal, Lini komunikasi antar manajer bawahan bersifat langsung, Rantai
komando yang lengkap, Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai, Manajer
menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasi, Suatu
perintah secara otentik berasal dari manajer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar